Kriteria Lulusan Sekolah Pilot yang Cepat Diterima Airline

lulusan-sekolah-pilot-yang-cepat-diterima-airlineIndonesia sampai saat ini memang kekurangan pilot. Salah satu faktor pemicunya adalah pertambahan rute penerbangan yang dilakukan oleh pihak airline akibat perkembangan airline sendiri, adanya bandara baru, atau lainnya. Kalau memang demikian, mengapa masih ada sekian persen dari lulusan sekolah pilot justru menganggur atau sudah bekerja tapi bukan sebagai pilot karena tidak juga diterima airline? Alasannya karena lulusan sekolah pilot tersebut tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan airline. Lantas, apa saja kriteria lulusan sekolah pilot yang cepat diterima airline? Sebagai berikut:

Telah mengantongi MER

MER atau Multi Engine Rating merupakan lisensi yang didapatkan ketika seseorang telah memiliki kemampuan untuk menerbangkan pesawat bermesin ganda seperti Airbus atau Boeing. Pihak airline akan memprioritaskan lulusan yang telah mengantongi lisensi yang bisa didapat di sekolah pilot setelah IR atau Instrument Rating ini karena mereka bisa dibilang “telah siap pakai”. Pihak airline tidak membuang waktu untuk pelatihan yang intensif & tidak membuang uang untuk menyekolahkan lulusan yang diterima agar mendapat MER. Untuk itu, sebaiknya ambil program pendidikan di sekolah pilot hingga MER. Jika memang tidak punya cukup dana, bisa ambil di kemudian hari, sekolah di Filipina (digadang-gadang biaya pendidikan sampai MER setara dengan biaya pendidikan PPL, CPL, & IR di Indonesia), atau pinjam dana dari lembaga keuangan.

Punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus

Rata-rata sekolah pilot mensyaratkan calon siswa memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dalam sertifikat TOEFL dengan score 400 (untuk BIFA harus dengan score 600). Akan tetapi, standar ini naik saat melamar kerja di airline. Rata-rata pihak airline mensyaratkan pelamar kerja memiliki score 700 pada sertifikat TOEFL yang dimiliki. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, jelas tidak lolos seleksi. Mengapa kemampuan bahasa Inggris yang bagus begitu penting bagi pilot? Dalam setiap penerbangan mulai dari take off sampai landing, seorang pilot harus melakukan komunikasi dengan pihak ATC agar tidak terjadi tabrakan di udara, mendapatkan arahan jika terjadi kendala, dsb. Dalam komunikasinya, pilot dan ATC wajib memakai bahasa Inggris. Untuk itu, patut menguasai bahasa Inggris dengan baik, tidak hanya sebelum mendaftar di sekolah pilot tetapi juga pasca lulus dari sekolah pilot.

Lulus dari sekolah pilot bergengsi

Sekolah pilot dikatakan bergengsi karena memenuhi kriteria berikut: punya bandara tempat latihan terbang sendiri, punya pesawat terbang yang memadai, instruktur penerbangannya berpengalaman, dsb. Kalau kondisinya demikian, kemampuan lulusan dari sekolah pilot bergengsi tidak diragukan lagi oleh pihak airline. Kemampuan lulusannya rata-rata berkualitas & mampu berdaya saing. Maka dari itu, ketika memilih sekolah pilot harus penuh pertimbangan yang matang. Setidaknya, sekolah pilot sudah punya nama. Lulusannya telah terbukti telah banyak yang bekerja di airline ternama. Kalau ditawarkan biaya pendidikan sekolah pilot di bawah rata-rata (di bawah 600 juta) sebaiknya pikirkan lagi, jangan-jangan sekolah pilot baru seumur jagung. Selain belum punya nama, sekolah pilot baru berpotensi tutup.

Sejatinya yang menentukan cepat atau tidaknya lulusan sekolah pilot diterima airline itu tergantung dari kemampuan yang dimiliki dari lulusan sendiri. Meski masuk dalam batch Garuda Indonesia atau Air Asia, bukan berarti setelah lulus langsung jadi second officer di pesawat Garuda Indonesia atau Air Asia melainkan harus melewati tahapan seleksi tertulis sampai wawancara terlebih dahulu. Jika masih tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan airline, kemungkinan bakal ditolak.