Asuransi

3 Alasan Orang Enggan Membeli Asuransi

Mengenai asuransi kini sudah dikenal baik dalam masyarakat luas. Dengan manfaatnya yang menjanjikan yakni dapat memberi perlindungan dari berbagai peristiwa merugikan (secara keuangan), membuat produk tersebut kian akrab di telinga banyak orang. Namun nyatanya, tidak semua orang tertarik untuk memiliki asuransi. Sampai saat ini cukup banyak keluarga yang enggan membeli asuransi entah itu asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan, kecelakaan kerja, kendaraan, rumah, ataupun juga asuransi perjalanan.

Padahal memiliki asuransi relatif mudah. Asuransi bisa dimiliki oleh nasabah dengan cara melakukan pendaftaran secara langsung kepada perusahaan/cabang. Melalui premi yang dibayar sesuai dengan ketentuannya memungkinkan agar polis asuransi bisa digunakan sebagaimana mestinya atau dalam masa kontrak. Btw, mengapa sebagian besar orang masih tidak memilikinya? Ketahui lebih lanjut jawabannya pada uraian berikut:

Premi jadi beban pengeluaran

Bagi sebagian orang yang mempunyai pendapatan kecil atau bahkan tidak menentu dalam setiap harinya tentu harus mementingkan kebutuhan utama terlebih dahulu seperti makan dan minum. Sementara untuk kepentingan lainnya seperti asuransi termasuk kebutuhan yang bisa ditunda. Tentunya relatif sulit jika harus memaksakan memiliki asuransi dan membayar premi secara rutin bila penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Biaya premi pada umumnya tergantung dari jenis asuransi serta perlindungannya. Jika hanya akan menimbulkan hutang, tentu akan lebih baik agar tidak dipaksakan. Kondisi keuangan memang menjadi satu hal yang harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kesulitan dan penyesalan di hari kemudian.

Pengajuan klaim tidak pasti

Asuransi baru bisa dimanfaatkan dan diklaim setelah terjadi kerugian yang sesuai dengan polis asuransi. Dengan demikian, perusahaan akan mengcover kerugian yang dialami nasabah. Bertujuan sebagai antisipasi dari hal-hal yang terjadi secara tidak terduga di masa yang akan datang memang sangat membantu. Namun, pengajuan klaim yang tidak menentu membuat pengajuan sering tidak dapat dipastikan. Bahkan bisa saja terjadi ketika polis asuransi sudah habis masa dan tidak lagi diperpanjang. Alih-alih meminimalisir kerugian, nasabah kerap merasa rugi karena asuransi yang dimiliki hanya membuang uang secara cuma-cuma.

Pengurusannya cukup ribet

Tak hanya dari premi yang bisa mengakibatkan bertambah besarnya pengeluaran sedangkan dari pengajuan klaim yang tidak dapat dipastikan, banyak orang enggan memiliki asuransi karena pengurusannya yang relatif ribet. Contohnya asuransi rumah, mulai dari pendaftaran yang umumnya dilakukan survei terlebih dahulu oleh pihak perusahaan sampai dengan pengurusan klaim yang memerlukan data dan dokumen yang lengkap, baik itu polis asuransi, data diri, bahkan juga foto dan berbagai surat keterangan yang diperlukan. Belum lagi saat nasabah ingin menutup polis asuransi, jika tidak diurus dengan baik kemungkinan premi yang dibayarkan hanya akan hilang begitu saja, sedangkan bila diurus cukup ribet dan lambat dicairkan.

Istilah asuransi sangat membantu untuk menghindari berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian. Namun, agar tidak mengalami penyesalan sebaiknya ketahui lebih lanjut hal-hal seputar asuransi, baik itu perusahaan yang dipilih, jenis asuransi yang dibutuhkan, pengajuan klaim yang benar, maupun juga soal pengurusan premi. Membeli asuransi dengan pertimbangan yang matang dapat memberi kenyamanan daripada memilikinya dengan tergesa-gesa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *